Sadstory On Sunday
Sadstory On Sunday
Genres: screamo, ambient, post-rock, post-hardcore, indonesian
Similar artists via Last.fm
About Sadstory On Sunday
2004. Rahadian Descond Karunia/Deskon (Vokal) dan Tetuko Widya Hananto/Tuko (Gitar) bersepakat membuat satu band dengan gaya musik Post-Hardcore. Kemudian Bagus Kusuma Adi/Bagus (Bass) dan Herman Taruli/Herman (Drum) masuk untuk melengkapi formasi. Namun Herman hanya bertahan beberapa panggung saja, yang kemudian posisi drum diisi oleh Infantino Kuncoro/Tomi. Pada masa transisi ini, Anindya Ryadinugroho (The Telephone) sempat mengisi posisi gitar, meski hanya untuk satu panggung saja. Bagus akhirnya pindah ke posisi gitar, dan posisi bass sempat diisi oleh Freddy Novianto Freddy, yang lagi-lagi hanya bertahan untuk satu panggung saja. Lantas kemudian posisi bass diisi oleh Rizkyandy Zulie Bahtiar/Bokas. Bongkar pasang ini menyisakan formasi Deskon (Vokal), Tuko (Gitar), Bagus (Gitar), Bokas (Bass) dan Tomi (Drum, Against & Ganevo). 2006. Badai perubahan formasi menerpa lagi dimana Tomi mengundurkan diri untuk kemudian posisi drum diisi oleh Mada Mu'alim/Mada (Gitar) dari Soulsaver. Kemudian diikuti oleh Deskon yang digantikan oleh Pepi pada vokal. Namun Pepi hanya bertahan beberapa bulan untuk pos vokal diisi oleh Deskon kembali. 2007. Pada tahun ini Sadstory On Sunday menyertakan salah satu lagu yang berjudul 'It's Only My Dream' ke dalam The Empty Space Journey, sebuah album kompilasi independen Purwokerto. 2008. Tuko, salah satu pendiri dan otak dari band ini memilih untuk mengundurkan diri sehingga formasi kembali berganti, dimana Mada yang dulu mengisi posisi drum pindah ke gitar dan posisi drum diisi oleh Syaziliasnur Qudrat/Zili, drummer dari Philo. Sayangnya, Zili hanya bertahan sebentar, yang kemudian posisi drum diisi oleh Kemal Fuad Ramadhan/Masianto, drummer dari The Telephone & Soulsaver. Setelah tahun 2008, praktis tidak ada progress apapun karena band ini telah kehilangan master mind-nya yaitu Tuko (kini Hyndia). Proses merekam EP pun ikut terhenti hingga sekarang. Medio 2008 ini, SSOS sempat mencoba merubah formula musik, seiring dengan perubahan formasi yang sangat masif sehingga tidak bisa mempertahankan warna musik post-hardcore karena sudah kehilangan pemikirnya. Namun ternyata hal tersebut tidak berjalan dengan baik sehingga band ini memutuskan vakum sampai waktu yang tidak ditentukan. 2010. Pertengahan 2010, SSOS kembali naik panggung dengan formasi reuni ditambah wajah bar, yakni Deskon (Vokal), Tuko (Gitar), Safirul Hanif/Baya (Gitar), Bokas (Bass) & Masyanto (Drum) dengan membawakan materi lama SSOS. Namun formasi ini lagi-lagi tidak dapat bertahan lama dikarenakan kesibukan Tuko di bandnya yang lain (Hyndia), namun hal ini menjadi titik balik kebangkitan kembali SSOS. 2011. Deskon mengambil inisiatif untuk membentuk formasi baru dari SSOS dengan suntikan wajah baru yaitu Nanda Ardi Nugroho/Nanda (Gitar) dari Slide Munky & Dangerous Sabrina dan Bugar Rifky Arsyada/Bugar (Bass) dari Dangerous Sabrina. Formasi terbaru tahun 2011 dari SSOS adalah Rahadian Descond Karunia (Vokal), Safirul Hanif (Gitar), Nanda Ardi Nugroho (Gitar), Bugar Rifky Arsyada (Bass), Kemal Fuad Ramadhan (Drum). Masih dalam koridor Post-hardcore dan berencana kembali merekam materi-materi terdahulu untuk dijadikan EP dan merilis materi-materi baru secepatnya. 2021. Sadstory On Sunday kembali bergerak untuk menyelesaikan album perdana yang lama tertunda, akibat kendala teknis penyimpanan data yang berakibat seluruh lagu harus di-take ulang seluruhnya. Pada formasi kali ini, Sadstory On Sunday semakin solid dengan diperkuat oleh Rahadian Descond Karunia (Vokal), Nanda Ardi Nugroho (Gitar), Kemal Fuad Ramadhan (Drum), Wimba Adhi Nugraha (Bass), Chandra Purnomo LA (Gitar) dan melahirkan formula-formula musik SSOS yang menyegarkan. Formasi ini bertahan hingga sekarang (2024).
Taken from Last.fm
402 listeners · 2,685 plays via Last.fm